Mengapa sih pria ‘cenderung’ selingkuh?


this image was taken from here

by m hary w a

Judulnya saya buat dengan berhati-hati. Penggunaan kata ‘cenderung’ dengan tanda kutip sebagai usaha saya secara sadar untuk tidak mengeneralisir bahwa semua pria pasti selingkuh, atau cenderung (tanpa tanda kutip) selingkuh. Pasti ada pria yang mengaku tidak punya niatan sebersitpun untuk selingkuh. ok?

Nah, kecenderungan selingkuh pada pria adalah berasal dari otaknya. Otak sebagai organ yang hebat, salah satu tugasnya adalah menerjemahkan semua informasi yang masuk, termasuk bermacam sensasi yang dirasakan panca indra terutama pantulan cahaya yang masuk melalui retina setelah membentur sebuah kumpulan atom-atom pembentuk materi. Maka jadilah ketika sinar terang (karena lampu atau matahari) otak memproses beragam cahaya yang masuk dan jadilah informasi yang diyakini kebenarannya oleh seorang manusia, dalam hal ini pria. Ada cahaya yang panjang gelombangnya 700nm masuk ke mata diterjemahkan menjadi ‘warna merah tua’, ada juga yang hanya 400nm dan otak melaporkan sebagai ‘warna ungu’. Semua pantulan cahaya diterjemahkan termasuk pantulan foton-foton cahaya dari antar muka fesbuk ini sehingga you bisa membaca tulisan aneh ini. Demikian seterusnya, sampai dengan mata pria meneruskan pantulan cahaya yang menubruk atom-atom pembentuk tubuh luna maya. Sehingga otak memberi banyak penjelasan kepada seorang pria, bahwa yang ini namanya luna maya, yang ini mpok nori, yang ini cinta laura, dan kalo yang itu namanya tora. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

To be a Great Leader, First Become a Great Person

Robin Sharma, The Leader Who Had No Title (TLWHNT)
Chapter #4 To be a great leader, first become a great person

By m hary w a


This image taken from here

Dari 40 halaman percakapan antara Robin, Tommy, Jet, dkk, sebenarnya gagasan pada chapter #4 buku TLWHNT sangatlah sederhana, yaitu seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, hal yang ditegaskan oleh Robin dalam redaksinya, ‘Lead yourself first. Only then you will get to a place as a person where you can lead other people’. Jelas ungkapan yang sangat common sense, tapi anda dan semua orang akan sepakat kalau dikatakan bahwa memimpin diri sendiri sangatlah tidak sederhana.

Robin melalui buku TLWHNT secara gamblang ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa leader pada akhirnya menjadi sosok yang paling diharapkan mampu memimpin perubahan dan membawa orang lain ke dalam sebuah kehidupan yang lebih baik. Menjadi lebih baik berarti merubah sesuatu dari keadaan sekarang menjadi lebih. To be great. Dan itu berjalan atas landasan bahwa kebaikan tidak dapat disampaikan dengan sesuatu yang buruk. Atau mencampurkan antara keduanya. Walaa talbisul haq bi bathil. Oleh karenanya kebaikan dan keunggulan hanya dapat disampaikan dari asal yang baik pula. Greatness on the outside begins within. Read the rest of this entry »

Comments (4) »

“La Science des Paris Van Java”…Studi Banding ke Sekolah Mutiara Bunda

by m hary w a

Matahari tersenyum ramah di pagi tanggal 4 November 2010 lalu, seolah diutus oleh Penciptanya untuk mengatakan kepada 12 pendidik darbi, “Pergilah dan pastikan kembali dengan ilmu baru!”. Tempat yang akan kami kunjungi kali ini adalah Sekolah Mutiara Bunda (Mutbun) , berlokasi di kota Bandung, ibu kota jawa barat yang di Eropa terkenal dengan sebutan Paris Van Java, karena keelokannya dulu sering dibanding-bandingkan dengan ibu kota ilmu, Paris. Jika ditempuh dengan mengendarai unta, Bandung dapat kami capai kira-kira dalam waktu 2 hari, dan hal itu akan menyebabkan beberapa kelas kehilangan guru dalam waktu lama. Alhamdulillah kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia, menyebabkan kami dapat menaiki Izusu Elf yang disinyalir mampu berlari hingga 180 Km/Jam, sehingga cukup waktu paling lama 2 jam untuk menempuh jarak Depok-Bandung yang kira-kira mencapai 210 Km. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Membentuk karakter anak, tugas siapa?


This image taken from here

by m hary w a

Pada kesempatan wawancara dengan orangtua calon siswa sebuah SMP di Depok tahun ajaran 2007/2008, seratus persen menyatakan bahwa mereka menilai keberhasilan seorang anak di masa depan adalah diukur dari akhlak atau karakternya, bukan angka-angka prestasi akademis. Akhlak yang baik seperti rajin beribadah, sopan, santun, disiplin, berani, mandiri, pantang menyerah adalah karakter yang dipandang lebih penting oleh orangtua siswa dibanding nilai di dalam raport. Tanpa mengesampingkan pentingnya kesuksesan dalam bidang akademis, banyak orang mulai tersadar bahwa clever is nothing without a good character. Menjadi pintar (clever) itu penting, tapi tidak ada artinya tanpa didampingi karakter yang baik. Semua sudah mafhum bahwa para pelaku kejahatan kerah putih adalah para bankir, anggota dewan, dan para eksekutif yang memiliki kecerdasan tinggi. Sehingga Islam tidak pernah menempatkan kepintaran, pangkat, jabatan, dan atribut dunia seseorang pada kedudukan yang tinggi. Jauh-jauh hari Nabi Saw sudah mengingatkan kita semua bahwa “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (Hadits Mutafaqun ‘Alaihi). Bahkan Allah Swt menganggap orang yang paling mulia di sisi-Nya adalah orang yang paling bertakwa, “Inna Akromakum ‘Indallahi Atqokum” (QS Al Hujarat:13), bukan orang yang paling tinggi IQ nya. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Selamat dari Neraka Kerja

by Mohamad Hary W A

image taken from savagechickens

Seorang senior HR manager pada sebuah bank pemerintah pernah mengatakan, jika ada karyawan yang sering datang terlambat, sering mangkir, pulang lebih awal, dan banyak pekerjaannya tidak beres, kemungkinan besar dia merasakan tempat kerjanya sudah bagaikan neraka. Tinggal menentukan saja jenis nerakanya, neraka wail atau jahannam.

Bagi orang ini, melihat pimpinan sudah seperti melihat penjaga neraka. Jangankan dipanggil ke ruang pimpinan, melihat senyum sang pemimpin pun bagaikan melihat seringai malaikat Malik. Ironisnya, sebetulnya ia tengah berada di sebuah tempat laksana surga lengkap dengan peri-peri cantik yang mondar-mandir melayani dan seorang penjaga ‘kebun’ yang baik hati.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang merasakan ‘hawa neraka’ alias ketidaknyamanan dan frustrasi di tempat kerja. Bisa karena pimpinannya bawel dan banyak mendikte, teman-teman kerja yang senangnya mengkritik, atau merasa karirnya tidak naik-naik sementara rekan yang baru masuk dan menurutnya memiliki kemampuan lebih rendah, lebih banyak mendapatkan kepercayaan atasan.

Mungkin untuk merubahnya kita bisa berkhayal, misalnya dengan mengkudeta sang pimpinan yang bawel dan banyak mendikte itu melalui Gerakan 30 Juni (G30J), memecat semua rekan kerja yang menyebalkan, lalu membuat siaran pers di RRI bahwa saat ini perusahaan di bawah kendali penuh kita. Atau yang mudahnya, kita kabur saja, melarikan diri alias resign.

Namun sebetulnya kuncinya ada di otak kita. Pikiran kitalah yang menciptakan neraka tadi. Guru-guru terbaik yang mengajarkan banyak hal kepada kita, dibayangkan sebagai siluman dari rumah jagal Cakung. Padahal, pimpinan yang bawel dan banyak mendikte itu adalah guru yang mengajarkan bahwa jika ingin berhasil, kamu harus kuat dibanting, dan jika ingin menjadi pemimpin yang baik, belajarlah untuk loyal kepada atasanmu saat ini, dan kamupun harus paham bahwa bawel dan banyak mendikte itu tidak disukai bawahanmu. Rekan kerja yang banyak kritik mengajarkan kepada anda bahwa jika ingin sukses, anda harus bisa mempertanggung jawabkan seluruh pekerjaan anda. Dan anda belajar bahwa mengkritik bagaikan menghujamkan pisau ke dalam dada orang lain. Mereka akan tersedak, melolong kesakitan, dan koma. Meskipun sembuh dari koma, luka jahitan akan tetap berbekas walau dijahit oleh dokter spesialis RS Mitra, dan traumanya akan terus mengikuti sepanjang hidup. Kita menjadi paham kalau dikritik itu sakit. Oleh karenanya berpikirlah baik-baik sebelum mengkritik teman anda, terutama kritikan yang hanya didasari perasaan tidak suka.

Tidak heran kalau seorang Scientologist, L. Ron Hubbard di awal 1950-an berkata, “Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang”. Dia akan babak belur, tapi kemudian sukses.

Nelayan jepang punya cara unik untuk membawa ikan hasil tangkapan mereka tetap segar sesampainya di darat setelah perjalanan panjang dari tengah samudra. Mereka tidak membekukan ikan tersebut, karena orang jepang bisa merasakan ikan itu sudah tidak segar lagi. Mereka, para nelayan juga tidak hanya memasukkan ikan-ikan ke dalam tangki besar berisi air, karena ikan yang berjejalan di tangki membuat ikan diam dan lemas. Itu mengurangi kesegaran ikan. Maka solusi yang dilakukan agar ikan tetap segar sesampainya di darat adalah, tetap memasukkannya ke dalam tangki berisi air, tapi lengkap dengan seekor hiu kecil di dalamnya! Sangat sederhana. Ikan hiu itu telah membuat ikan-ikan terus bergerak aktif. Walaupun rasanya seperti diteror preman ambon, tapi tubuh mereka terbukti menjadi tetap segar dalam jangka waktu lama.

Jadi, kesimpulannya, untuk merubah neraka menjadi surga, kita perlu membingkai ulang (reframing) apa yang kita hadapi dan rasakan sehari-hari dengan bingkai yang baik dan kaca yang jernih. Sebab bisa jadi diri kitalah yang sesungguhnya keras kepala, gampang tersinggung, dan bermental memble. Sehingga sedikit saja orang lain mengkritik dan membentak, kita jadikan sebagai alasan kuat untuk down atau melarikan diri (resign). Jika kita lari, sesungguhnya kita telah drop out dari kuliah manajemen. Dan kalau kita menganggap telah berhasil keluar dari neraka, sebenarnya kita sedang berjalan menuju ke pintu neraka yang lain karena neraka itu masih ada di dalam pikiran kita!

Referensi:
http://klinikotak.blogspot.com/

Comments (2) »

Manajemen SDM dan Employee Appraisal

by Mohamad Hary W A


image taken from www.pahrdf.org.ph

Pendahuluan

Dalam sebuah organisasi, baik perusahaan maupun bentuk organisasi lainnya, sudah dimaklumi adanya kegiatan yang mengatur dan mengembangkansumber daya manusia yang berada dalam organisasi tersebut untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan organisasi. Hal ini dikenal dengan istilah manajemen sumber daya manusia (MSDM) atau human resource management. Sehingga menjadi jelas bahwa MSDM memiliki kaitan yang erat terhadap keberhasilan sebuah organisasi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh MSDM adalah semua hal yang menyangkut sumber daya manusia, yaitu orang per orang yang berada dalam organisasi, mulai dari melakukan pengumpulan dan penyimpanan data diri pegawai, administrasi, rekruitmen dan seleksi pegawai, pelatihan, penggajian, dan penilaian kinerja pegawai. Pada organisasi yang sudah berkembang, ditambah lagi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat lanjutan seperti memperbaharui dan mengembangkan budaya organisasi, pengembangan manajemen, perencanaan strategis jangka panjang, dan manajemen ilmu pengetahuan yang dikenal dengan istilah Knowledge Management. Semua kegiatan MSDM tersebut menjadi sebuah sistim yang berjalan terus menerus dari hari ke hari dalam upayanya menjalankan misi organisasi dan mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini manajer SDM memiliki peran yang sangat penting, walaupun jika dikaitkan dalam ilmu manajemen marketing, kegiatan MSDM lebih sering bersifat below the line dibanding above the line. Dikarenakan sifatnya yang bekerja sebagai supporting dari sebuah sistem keseluruhan. Sebagai perumpamaan, banyak orang yang tidak mengetahui keberhasilan raksasa industri high technology, IBM yang pada tahun 2003 bangkit dari keterpurukan dan kini kembali menjadi satu dari 10 perusahaan top dunia, ternyata dimotori oleh seorang senior Vice President SDM bernama J Randall McDonald, yang melakukan strategi SDM, seperti memotong jenis-jenis pengeluaran inefisiensi yang dilakukan pegawai (cut costs policy), melakukan pembenahan dan pendekatan yang intensif terhadap serikat pekerja, merestrukturasi sistim pendanaan pensiun dan fasilitas (benefit) pegawai untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan bekerja, dan membuat segmentasi pegawai berdasarkan nilai-nilai customer satisfaction yaitu mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang spesifik secara khusus, sehingga dengan strategi terakhirnya ini, muncullah apa yang dinamakan On Demand Business Strategy yang fenomenal itu. Read the rest of this entry »

Comments (2) »

Penilaian Kinerja Guru di Sekolah


Image taken from www.cartoonstock.com

by mharywa

Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, kegiatan manajemen kinerja ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan pendidikan. Oleh karenanya, secara ideal, sebuah organisasi pendidikan mampu memberikan kepastian kepada stakeholder, bahwa pegawai sebagai guru dan semua tenaga kependidikan telah melewati proses penilaian kinerja yang rasional. Mungkin tidak ada orangtua/wali murid yang mau di dalam sekolah terdapat pegawai pendidikan (guru) yang dinilai secara tidak akurat.

Secara umum, sekolah secara sadar menyematkan berbagai prinsip dan spirit keagamaan yang luhur dan mengandung nilai-nilai virtue (kesholehan), seperti prasangka baik, kasih sayang, saling menghormati, membantu, dan tenggang rasa. Sehingga dari semula, patut dicurigai bahwa organisation goals dari kebanyakan sekolah adalah membina dan mempertahankan para pegawainya atas dasar kasih sayang dan belas kasih (leniency). Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Solidarity for Palestine

No words can say for the worst naked genocide attack in the modern history (by an untouchable non-like human being species country’s army called Israel, which no land, no honors, and no any legality on all they have and they do) against Palestinians and they land nowadays, but : That’s Enough!!!

gaza-under-siege-ben-heine

Image by : Ben Heine

free_palestine

Image from : Sabbah.biz

Comments (3) »

Tangisan Telanjang Rachma Azhari

12054630330
Pagi ini di infotaintment kita saksikan Rachma Azhari dengan bersimbah air mata menyesalkan tindakan Roy Suryo yang mengungkap keaslian foto-foto telanjangnya bersama Ayu Azhari, sang kakak, yang beredar di internet. Tindakan Roy Suryo dinilai merugikan karena orang jadi banyak yang tahu tentang foto tersebut dan melakukan pre judisial statement. Menurut Roy, foto telanjang Rachma asli. Menurut Rachma tidak. Nah lo Roy!

Dari sisi teknologi, sebenarnya, tidak sulit untuk mangetahui bahwa sebuah foto asli atau tidak. Tidak perlulah seorang Roy suryo melakukannya. Seorang awam seperti saya pun bisa melakukannya. Cukup dengan membaca “DNA” dari sebuh foto atau gambar menggunakan text editor semisal notepad, maka akan diperoleh data tentang kamera apa yang digunakan termasuk merek dan typenya, tanggal berapa dan jam berapa foto itu di ambil. Kalau foto itu sudah diolah dengan software grafis, maka yang terbaca adalah nama dan versi dari software grafisnya. Dengan kata lain foto tersebut dapat diklaim sudah tidak orisinil lagi.

Di sisi lain, Rachma yang memprotes ke ‘usilan’ Roy melalui jumpa pers justru sedang melakukan global campaign kepada masyarakat untuk sama-sama melihat, sekaligus menilai apakah foto itu asli atau tidak. Campaign itu pasti berdampak. Contohnya saya, walaupun saya malas melihat foto Rachma yang telanjang, setidaknya otak saya sudah tercemar dengan info remeh seperti itu.

Cuma sekarang yang saya ingin tahu, kenapa Rachma Azhari menangis? Ada banyak kemungkinan Rachma Azhari menangis. Beberapa di antaranya adalah:
1. Jengkel dengan Roy Suryo yang bilang fotonya asli
2. Malu kelihatan gak pakai baju
3. Merasa tidak pernah foto dengan pose seperti itu
4. Menyesal
5. Takut dosa
6. Belum dibayar fotografernya, kok sudah ditayangkan
7. Posenya tidak sesuai keinginan
8. Hasil gambarnya kurang bagus
9. Ternyata kurang sexy
10. Kesal kenapa baru sekarang dipublikasikan
11. Anaknya protes, “mama, kamu murahan sekali”

Mudah-mudahan Rachma menangis karena alasan nomer 3 atau kalau bener pernah foto seperti itu, alasan nangisnya nomer 4 dan 5 (sama nomer 11 deh).

Tapi kalu dipikir, sebenarnya aneh kalau Rachma menangis. Kenapa? karena foto tersebut sama sekali tidak membuat kenyataan baru tentang dirinya. Rachma adalah seorang artis cantik yng gemar berpose vulgar di internet. Coba anda ketik ’Rachma Azhari’ di searching box-nya google, lalu klik menu gambar. Hasilnya anda bisa lihat sendiri. Mencari foto yang ‘agak sopan’ untuk postingan ini saja, susahnya minta ampun. Aneh khan kalau dia nangis karena foto tersebut? Lain halnya kalau Rachma adalah seorang wanita sholihat yang berkerudung rapih, terkenal gemar mengaji dan jauh dari dugem, barulah air matanya sangat relevan. Nah kalau ini?

Sebagai awam, saya hanya bisa berpesan, Rachma, apa yang kamu lakukan sudah jauh dari jalan Nabi mu, mumpung kamu masih diberi nafas, bertaubatlah. Keindahan tubuhmu tidak ada artinya dibanding siksa kubur dan neraka. Berbuatlah sesukamu tapi ingat, sebentar lagi kamu akan mati, nak.

Comments (8) »

Moralitas Pendidikan Anak

Mengapa saya membuat judul demikian? Karena anak saya yang berumur 6 tahun sering mengeluh takut datang ke sekolah. Takut bukunya ketinggalan, takut lupa bawa tugas yang tidak sanggup dibuatnya (kecuali oleh bapak ibunya), takut menghadapi ulangan. Oh ya satu lagi: takut datang terlambat.
Ia baru kelas satu sd. Baru saja turun dari ayunan ban bekas di bawah pohon ceri. Kuncir kuda pada rambutnya yang terhempas ke kanan dan ke kiri ketika berlari masih ada. Senyum lebarnya menampilkan gigi-gigi gerepes karena kebanyakan makan coklat.
Suatu ketika ia menangis karena jawabannya yang dikira betul, disalahkan ibu gurunya. Di mana saja kita harus berbuat baik?, Tanya sang soal. Di mana saja, tulis anak saya. Lalu diikuti tanda silang berwarna ungu di sampingnya. SALAH. Mungkin Ibu guru ingin jawabannya seperti ini: Di sekolah, di rumah, di jalan, di kendaraan, di pasar, di lapangan, di kamar mandi, di toko buku, di terminal, di stasiun, di bandara, di kolam renang, di restoran, di dalam kabin pesawat, di rumah teman, di kelas, di rumah nenek, di kantor kepala sekolah, di ruang guru, di ruang UKS, di perpustakaan, di kantin, di laboratorium komputer, di taman bermain, di dalam mobil jemputan, di dalam kereta api, di dalam masjid, di dalam aula, di atas ojek, .. (he..he.. anda mau meneruskan?)
Di tengah malam ia pernah terbangun dan merintih takut datang ke sekolah. Karena pagi harinya ada ulangan bahasa Inggris. Takut tidak bisa mengerjakan dan nilainya jelek, katanya. Sambil saya peluk, saya bisikkan dengan lembut di telinganya, ”Jangan takut dengan nilai jelek, sayang. Yang penting kamu belajar dengan baik dan tidak menyontek. Ayah tetap sayang”. Diapun kembali tertidur dalam pelukkanku.
Kenyataannya, nilai-nilai anak saya rata-rata bagus. Hampir selalu di atas 8. Itulah yang saya dan istri prihatin. Mengapa keceriaannya sebagian tergantikan dengan kecemasan semacam itu. Anxiety disorder yang disayangkan. Karena kami sama sekali tidak pernah membahas nilai-nilainya yang kurang bagus (pernah ada nilai 6,7 dan 3,5). Yang kami bahas adalah memperbaiki semua jawaban yang salah. Kami menekankan agar belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak berbuat curang. Nilai tidak akan bisa mengukur keindahan pribadimu, nak.
Secara fitrah, anak begitu polos tanpa prasangka. Ia akan bebas menggambar sehelai daun dengan warna-warna imajinatifnya. Namun, begitu gambarnya diberi nilai, maka ia belajar menjadi munafik. Gambar-gambar berikutnya adalah gambar yang dibuat untuk menyenangkan hati sang guru.
Tidak ada yang saya sudutkan dan salahkan dengan tulisan ini. Toh semua sekolah begitu kan? Dan mungkin apa yang dialami anak saya tidak dialami yang lainnya. Hanya saja, sepertinya kita semua sedang berada dalam arah yang salah. Perhaps.
Gimana nih komentarnya, pakar pendidikan?

Comments (5) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.