Mengapa sih pria ‘cenderung’ selingkuh?


this image was taken from here

by m hary w a

Judulnya saya buat dengan berhati-hati. Penggunaan kata ‘cenderung’ dengan tanda kutip sebagai usaha saya secara sadar untuk tidak mengeneralisir bahwa semua pria pasti selingkuh, atau cenderung (tanpa tanda kutip) selingkuh. Pasti ada pria yang mengaku tidak punya niatan sebersitpun untuk selingkuh. ok?

Nah, kecenderungan selingkuh pada pria adalah berasal dari otaknya. Otak sebagai organ yang hebat, salah satu tugasnya adalah menerjemahkan semua informasi yang masuk, termasuk bermacam sensasi yang dirasakan panca indra terutama pantulan cahaya yang masuk melalui retina setelah membentur sebuah kumpulan atom-atom pembentuk materi. Maka jadilah ketika sinar terang (karena lampu atau matahari) otak memproses beragam cahaya yang masuk dan jadilah informasi yang diyakini kebenarannya oleh seorang manusia, dalam hal ini pria. Ada cahaya yang panjang gelombangnya 700nm masuk ke mata diterjemahkan menjadi ‘warna merah tua’, ada juga yang hanya 400nm dan otak melaporkan sebagai ‘warna ungu’. Semua pantulan cahaya diterjemahkan termasuk pantulan foton-foton cahaya dari antar muka fesbuk ini sehingga you bisa membaca tulisan aneh ini. Demikian seterusnya, sampai dengan mata pria meneruskan pantulan cahaya yang menubruk atom-atom pembentuk tubuh luna maya. Sehingga otak memberi banyak penjelasan kepada seorang pria, bahwa yang ini namanya luna maya, yang ini mpok nori, yang ini cinta laura, dan kalo yang itu namanya tora.

Demikianlah. Jadi yang bertanggung jawab memberi pemahaman bahwa luna maya cantik adalah otak, bukan mata. Mata hanya meneruskan pantulan cahaya yang tertangkap. Hanya saja, bagi pria yang dari kecil matanya bisa menangkap cahaya, alias melihat, otak akan sangat bergantung pada mata dalam menerjemahkan suatu informasi. Sebaliknya kalau seorang pria dari lahir tidak bisa melihat, maka baginya, luna maya tak berarti apa-apa, walaupun diceritain sampe berbusa bahwa luna maya cantik juga gak bakal ngerti. Dia baru bisa mengira-ngira dengan cara menyentuh. Pun saat menyentuhnya, luna maya tak lebih dari seonggok materi yang memiliki bentuk. Sama persis dengan mpok nori atau kuda.

Oke. sekarang saya tanya, mana yang lebih penting bagi pria dalam menerjemahkan suatu bentuk, matanya atau otaknya? memang otaklah yang menerjemahkan. tapi matalah pihak yang paling urgen bagi pria untuk dapat menikmati pantulan-pantulan cahaya.

Pantulan-pantulan cahaya telah menyebabkan pria bergumam, “subhanallah, indah sekali…” atau “masya Allah, cantik benerrr..” atau “ya ampuuun… nggak serasi banget sih”, dsb.

Sampai di sini paham ya?

Selanjutnya, setiap hari mata terus menerima pantulan-pantulan cahaya yang tiada henti, dan otakpun tidak pernah berhenti untuk memberi penilaian atas setiap informasi yang masuk. karena ruang lingkup aktifitas pria cukup luas, misalnya perjalanan dari kota menuju tempat kerja, dari tempat kerja ke lapangan, lalu ke super market, ke restoran, dan lain-lain. selama perjalanan, mata terus menerima pantulan yang jarang sekali sama. hampir selalu baru. maksudnya jarang sekali pria menerima pantulan cahaya dari manusia lain yang 100% sama dengan sehari sebelumnya dalam perjalanan baik di atas kereta, kendaraan umum, ojeg, dsb. dan karenanya otakpun selalu memberikan kesimpulan-kesimpulan, oh yang ini baru nih, oh yang ini lebih bagus dari yang kemarin, oh yang ini tidak sebagus kemarin tapi bajunya ok banget, gaya rambutnya enak dilihat yah, wah sepatu seperti itu pas banget ya dipakai sama dia, dsb.

Sementara itu, di rumah, mata pria mendapatkan pantulan cahaya yang relatif sering sekali sama dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun, bukan hanya dari bentuk rumah dan tata letak di dalam kamarnya, yang terpenting adalah dari penampilan pasangan hidupnya, istrinya sendiri! maka mulailah otak pria merecall hasil terjemahan otak yang ada untuk membandingkan dengan yang ia miliki. dan biasanya timbul perasaan bosan, jenuh. hal ini diperparah bukan hanya dari pandangan mata yang tidak berubah, tapi juga dari sikap, tingkah laku, gaya bicara, dan sebagainya. selanjutnya pria mulai berkata, wanita di bis tadi jauh lebih menarik, wanita di jalan tadi lebih cantik, dsb.

Nah, sampai di sini, imanlah yang berperan. Jika imannya sekokoh tembok China dan punya otak kreatif yang optimis, maka ia akan memerintahkan otak untuk membuat rencana agar anggota tubuh melakukan negosiasi dan saran-saran kepada Istrinya untuk melakukan perubahan-perubahan dari penampakan existing menjadi seperti yang ada di dalam data base otak. Mulai dari model potongan rambut, model baju, sampai kepada usaha-usaha memperindah casing seperti kulit muka dan badan, kuku, dan shape. Ingat, pria harus mau merogoh kocek agak dalam untuk plan A ini. Nah bagaimana kalau bokek? plan B dijalankan: pria harus rela turun tangan sendiri melakukan perawatan ala salon dengan ramuan-ramuan yang ada di dapur (kunyit, kencur, beras, garam, kopi, gula, air panas, de el el). Lalu juga memodifikasi baju-baju istri jadi lebih sensual sesuai model yang direkomendasikan otak. Jangan lupa tanya selalu ke otak.

Sementara itu, kalau imannya tipis setipis benang layangan, yang terjadi dua kemungkinan: pertama kalau sang pria kantongnya tebal, hampir pasti dia selingkuh atau paling bagus minta izin kawin lagi (lihatlah istri barunya, pasti sesuai dan pas benar dengan rekomendasi otaknya. ya iyalah..), kedua, kalau sang pria kantongnya setipis imannya, dia jadi sering marah-marah di rumah tanpa sebab, karena otaknya crash dengan keadaan alias error. Satu-satunya jalan agar bisa bener lagi harus diformat ulang dengan low level format.

Kesimpulannya, mengulang pertanyaan ‘Mengapa pria cenderung selingkuh?’, kira-kira jawabnnya seperti ini:

pria cenderung selingkuh karena,

1. daya jelajah pria rata-rata lebih luas dari wanita. oleh karenanya, otak pria terlalu banyak terpapar dengan pemandangan indah yang sangat variatif dan dinamis.

2. pria pada dasarnya pembosan. menginginkan hal-hal yang baru dan mengejutkan dari pasangannya sesering mungkin.

3. pria sulit mengkomunikasikan hal yang satu ini (masalah perubahan bentuk dan variasi penampakan istri). mungkin karena pria meyakini faham ‘lebih baik bertindak daripada bicara’ (sama dgn faham yang dipakai copet). arti ‘bertindak’ bisa jadi kasar kepada istri yang tidak kunjung berubah bentuk selama 120 kali bulan purnama, atau mulai kabur-kaburan dari rumah karena punya selingkuhan.

4. iman pria sering KO melawan hasutan otak dan pikiran.

5. istri kurang bisa memahami isi serta cara kerja otak dan pikiran suami.

Anda mungkin mengira tulisan ini lebih banyak memojokkan kaum wanita. Sebenarnya tidak begitu, apalagi tidak semua wanita atau pria seperti ilustrasi di atas, dan kalau dibaca dengan seksama, justru kaum pria yang lebih banyak dituntut dan harus lebih tau diri. Jika ingin pasangannya sesuai dengan ekspektasi otaknya, ya berikanlah ‘modal’ bagi pasangan. Berikan dana khusus untuk pasangan agar bisa rajin-rajin ke salon sekedar untuk luluran, atau pergi ke butik. Jangan memberikan uang bulanan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Nah, kesimpulannya, bagi pria yang berkantong tebal, lebih baik memperbaiki hubungan dan komunikasi dengan istrinya agar sang pasangan juga tau apa sih keinginan si suami. Lebih fair kan? Trus, bagi pria berkantong tipis, malulah pada diri anda sendiri jika masih punya niatan selingkuh. Wong satu istri aja gak keurus kok. Uedan tenan!

Tambahan, dari poin ke 3 di atas, kita bisa mengaitkannya dengan fenomena di lapangan bahwa pria yang selingkuh biasanya yang punya sikap ‘diem-diem’ saja alias pendiem dan agak-agak introvert. Pria yang berkoar-koar ingin selingkuh, justru biasanya awet dengan satu istri karena bakat koar-koarnya bisa mengalahkan egonya agar mau berdiskusi dengan pasangan. Wallahu a’lam.

1 Response so far »

  1. 1

    Mana said,

    Wah harus benar-banar menjaga hati agar tetap setia.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.