Rahasia Langit

Image

Dering telepon membuyarkan lamunan Maya di depan jendela kamarnya yg sejuk. Seperti biasa, saat jutaan titik air turun dari langit mengapung-ngapung di udara terbawa angin atau terjuntai panjang dari awan tak kuasa melawan gravitasi bumi menghempas basah di kaca jendela, Maya betah berlama-lama memandangi jendela yang basah. Suara itu begitu damai. Suara gemerecak kaca ditabrak butir-butir air yang berasal dari tempat yang jauh, ribuan meter di atas kamarnya, membawa rahasia-rahasia langit yang sepi dan bisu tetapi sibuk dengan pekerjaannya. Minggu sore yang damai, menjelang senja menghilang ditelan lamunan malam. “oh, siapa kiranya di ujung sana?”, Maya beranjak berat ke arah ruang tengah. Telepon itu masih berdering. Suaranya selaras dengan suara genting rumah tertumbuk ribuan panah air. Telepon itu tampak anggun terkena paparan sinar jingga dari lampu dinding, berseling dengan bayang-bayang benda-benda di sampingnya. Tepat sebelum dering itu berakhir lelah,

“hallo…”

“salam.. Maya?”

“ya, dengan siapa?”

“May.. ini aku, Gita..”

“Hai, Git, gimana gimana… ada apa nih..”

“maap nih sore-sore. Gini…”

“iya ga papa.. gimana…?”

“May,… mmm.. maap nih.. kayaknya lebih baik kalo aku mundur aja..”

Hening. Maya menikmati jeda pikirannya. Jeda waktu yang kembali diisi dengan riuh gemericik air hujan. Ah, Indahnya.. suara itu begitu misterius. Keindahan yang agung.

“May…?”

“ya, ya. Ehm. Eh, kenapa Git?”

“namaku coret aja dari kelompok, May”

“lho.. kenapa Git..? ga papa kok.. aku udah tulis nama kamu. Malam ini Insya Allah aku kirim ke pa Kusdin. Yang laen juga gitu kok. Ga papa. Kita kan saling bantu. Kamu kan sibuk”

“nggak May, aku kan ga kerja sama sekali”

“nanti kamu ngulang Git”

“ga papa May”

“sayang lho Git.. bener nih..? aku mau kirim malam ini lho… pikirin dulu deh. 6 bulan lama lho Git..”

“nggak May. Ga papa. Aku emang mau ngulang aja kok., ga papa buang waktu dan uang. biar aku bener-bener ngerti gitu. Biar aku bener-bener ngerjain sampe aku ngerti. Makasih ya kamu udah baik”

“oke deh Git.. tapi kamu pikir lagi ya.. tapi jangan lewat jam 8 kalo mau berubah pikiran. Takutnya udah aku kirim nanti. Ini aku sendirian lho Git yg ngerjain. Yang lain juga nitip nama doang.”

“iya aku jangan ya May. Makasih ya May. Maap ya… Udah gitu dulu ya May, keknya dah mau maghrib”

“ee… iya Git”

“salam’alaikum”

“wa’alaikum salam..”

Hening. Aku masih berdiri di depan telepon. Suara tarian air kembali berkuasa. Perbincanganku dengan Gita barusan seperti selingan suara penyiar radio yang berbicara di tengah lagu. Lagu yang melankolis. Mengalun mengiringi awan yang berjalan perlahan. Tubuhnya berat membawa kabar gembira bagi tanah, bagi tumbuhan, bagi kodok, dan bagi seorang jiwa di dalam kamar yang sejuk.

Adzan maghrib mengalun sayup menyusup melalui jendela yang terbuka sedikit. Bersama angin rindu yang dingin. Beberapa menit yang lalu mungkin ia masih berada di sebuah tempat di angkasa. Saat ini dia ada di sini, di kamar ini. Oh.. angin bawalah aku serta. Kabarkan padaku rahasia-rahasia langit yang kau dengar. Sentuhlah aku sehingga aku bisa merasakan tempatmu berasal.

Malam itu, sebuah file power point terkirim ke email address pak Kusdinarto, Ph.D, dosen riset. Dalam visual antar muka file itu, terdapat bekas pergerakan atom-atom yang hilang. Atom-atom yang berkumpul membentuk tulisan Gita Cahya Ramadhani telah hilang, ah.. nama itu memang terlalu suci untuk tampil palsu di file seukuran 1,3MB ini. Terlalu remeh. Sebaiknya ia memang dibebaskan.

Nama itu dibebaskan oleh sebuah jari tangan kanan seorang manusia. Jari itu telah menumbuk kumpulan atom molekul yang membentuk benda bertuliskan delete. Ya,.. atom-atom telah bergerak bebas ke alam raya, berputar-putar bahagia, terbang ke atas menembus langit tertinggi. Mereka ingin mengabarkan rahasia-rahasia sore itu. Rahasia yang terjadi di ruang tengah, di tengah hujan deras. Rahasia yang berasal dari getaran molekul-molekul pada seutas kabel yang membentang panjang basah kehujanan. Rahasia yang kini sedang disampaikan kepada zat Maha Besar penghuni Arsy yang Agung.

Comments (4) »

Menimbang Teknologi Informasi di Sekolah, antara Mudharat dan Manfaat (Tips mengenalkan Internet dan TIK kepada anak)

Image

This picture above taken from here

by admin

Tema tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan tampaknya akan senantiasa relevan untuk terus dibicarakan, mungkin sampai beberapa dekade ke depan. Anggapan ini tidak berlebihan karena kadang kita masih mengahadapi masalah yang sama selama bertahun-tahun. Contohnya, Prof. Thomas Lickona pada tahun 1991 menulis dalam bukunya Educating for Character : How Schools can teach Respect and Responsibility, bahwa hari ini kita masih berhadapan dengan masalah yang sama sejak tahun 1940 lalu, yang disebutnya sebagai ‘the greatest threats to the educational process’, yaitu tidak tertib di kelas, berlari di koridor, mendorong temannya saat berjalan atau mengantri, tidak tertib memakai seragam, dan buang sampah sembarangan. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Mengapa sih pria ‘cenderung’ selingkuh?


this image was taken from here

by m hary w a

Judulnya saya buat dengan berhati-hati. Penggunaan kata ‘cenderung’ dengan tanda kutip sebagai usaha saya secara sadar untuk tidak mengeneralisir bahwa semua pria pasti selingkuh, atau cenderung (tanpa tanda kutip) selingkuh. Pasti ada pria yang mengaku tidak punya niatan sebersitpun untuk selingkuh. ok?

Nah, kecenderungan selingkuh pada pria adalah berasal dari otaknya. Otak sebagai organ yang hebat, salah satu tugasnya adalah menerjemahkan semua informasi yang masuk, termasuk bermacam sensasi yang dirasakan panca indra terutama pantulan cahaya yang masuk melalui retina setelah membentur sebuah kumpulan atom-atom pembentuk materi. Maka jadilah ketika sinar terang (karena lampu atau matahari) otak memproses beragam cahaya yang masuk dan jadilah informasi yang diyakini kebenarannya oleh seorang manusia, dalam hal ini pria. Ada cahaya yang panjang gelombangnya 700nm masuk ke mata diterjemahkan menjadi ‘warna merah tua’, ada juga yang hanya 400nm dan otak melaporkan sebagai ‘warna ungu’. Semua pantulan cahaya diterjemahkan termasuk pantulan foton-foton cahaya dari antar muka fesbuk ini sehingga you bisa membaca tulisan aneh ini. Demikian seterusnya, sampai dengan mata pria meneruskan pantulan cahaya yang menubruk atom-atom pembentuk tubuh luna maya. Sehingga otak memberi banyak penjelasan kepada seorang pria, bahwa yang ini namanya luna maya, yang ini mpok nori, yang ini cinta laura, dan kalo yang itu namanya tora. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

To be a Great Leader, First Become a Great Person

Robin Sharma, The Leader Who Had No Title (TLWHNT)
Chapter #4 To be a great leader, first become a great person

By m hary w a


This image taken from here

Dari 40 halaman percakapan antara Robin, Tommy, Jet, dkk, sebenarnya gagasan pada chapter #4 buku TLWHNT sangatlah sederhana, yaitu seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, hal yang ditegaskan oleh Robin dalam redaksinya, ‘Lead yourself first. Only then you will get to a place as a person where you can lead other people’. Jelas ungkapan yang sangat common sense, tapi anda dan semua orang akan sepakat kalau dikatakan bahwa memimpin diri sendiri sangatlah tidak sederhana.

Robin melalui buku TLWHNT secara gamblang ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa leader pada akhirnya menjadi sosok yang paling diharapkan mampu memimpin perubahan dan membawa orang lain ke dalam sebuah kehidupan yang lebih baik. Menjadi lebih baik berarti merubah sesuatu dari keadaan sekarang menjadi lebih. To be great. Dan itu berjalan atas landasan bahwa kebaikan tidak dapat disampaikan dengan sesuatu yang buruk. Atau mencampurkan antara keduanya. Walaa talbisul haq bi bathil. Oleh karenanya kebaikan dan keunggulan hanya dapat disampaikan dari asal yang baik pula. Greatness on the outside begins within. Read the rest of this entry »

Comments (4) »

“La Science des Paris Van Java”…Studi Banding ke Sekolah Mutiara Bunda

by m hary w a

Matahari tersenyum ramah di pagi tanggal 4 November 2010 lalu, seolah diutus oleh Penciptanya untuk mengatakan kepada 12 pendidik darbi, “Pergilah dan pastikan kembali dengan ilmu baru!”. Tempat yang akan kami kunjungi kali ini adalah Sekolah Mutiara Bunda (Mutbun) , berlokasi di kota Bandung, ibu kota jawa barat yang di Eropa terkenal dengan sebutan Paris Van Java, karena keelokannya dulu sering dibanding-bandingkan dengan ibu kota ilmu, Paris. Jika ditempuh dengan mengendarai unta, Bandung dapat kami capai kira-kira dalam waktu 2 hari, dan hal itu akan menyebabkan beberapa kelas kehilangan guru dalam waktu lama. Alhamdulillah kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia, menyebabkan kami dapat menaiki Izusu Elf yang disinyalir mampu berlari hingga 180 Km/Jam, sehingga cukup waktu paling lama 2 jam untuk menempuh jarak Depok-Bandung yang kira-kira mencapai 210 Km. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Membentuk karakter anak, tugas siapa?


This image taken from here

by m hary w a

Pada kesempatan wawancara dengan orangtua calon siswa sebuah SMP di Depok tahun ajaran 2007/2008, seratus persen menyatakan bahwa mereka menilai keberhasilan seorang anak di masa depan adalah diukur dari akhlak atau karakternya, bukan angka-angka prestasi akademis. Akhlak yang baik seperti rajin beribadah, sopan, santun, disiplin, berani, mandiri, pantang menyerah adalah karakter yang dipandang lebih penting oleh orangtua siswa dibanding nilai di dalam raport. Tanpa mengesampingkan pentingnya kesuksesan dalam bidang akademis, banyak orang mulai tersadar bahwa clever is nothing without a good character. Menjadi pintar (clever) itu penting, tapi tidak ada artinya tanpa didampingi karakter yang baik. Semua sudah mafhum bahwa para pelaku kejahatan kerah putih adalah para bankir, anggota dewan, dan para eksekutif yang memiliki kecerdasan tinggi. Sehingga Islam tidak pernah menempatkan kepintaran, pangkat, jabatan, dan atribut dunia seseorang pada kedudukan yang tinggi. Jauh-jauh hari Nabi Saw sudah mengingatkan kita semua bahwa “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (Hadits Mutafaqun ‘Alaihi). Bahkan Allah Swt menganggap orang yang paling mulia di sisi-Nya adalah orang yang paling bertakwa, “Inna Akromakum ‘Indallahi Atqokum” (QS Al Hujarat:13), bukan orang yang paling tinggi IQ nya. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Selamat dari Neraka Kerja

by Mohamad Hary W A

image taken from savagechickens

Seorang senior HR manager pada sebuah bank pemerintah pernah mengatakan, jika ada karyawan yang sering datang terlambat, sering mangkir, pulang lebih awal, dan banyak pekerjaannya tidak beres, kemungkinan besar dia merasakan tempat kerjanya sudah bagaikan neraka. Tinggal menentukan saja jenis nerakanya, neraka wail atau jahannam.

Bagi orang ini, melihat pimpinan sudah seperti melihat penjaga neraka. Jangankan dipanggil ke ruang pimpinan, melihat senyum sang pemimpin pun bagaikan melihat seringai malaikat Malik. Ironisnya, sebetulnya ia tengah berada di sebuah tempat laksana surga lengkap dengan peri-peri cantik yang mondar-mandir melayani dan seorang penjaga ‘kebun’ yang baik hati.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang merasakan ‘hawa neraka’ alias ketidaknyamanan dan frustrasi di tempat kerja. Bisa karena pimpinannya bawel dan banyak mendikte, teman-teman kerja yang senangnya mengkritik, atau merasa karirnya tidak naik-naik sementara rekan yang baru masuk dan menurutnya memiliki kemampuan lebih rendah, lebih banyak mendapatkan kepercayaan atasan.

Mungkin untuk merubahnya kita bisa berkhayal, misalnya dengan mengkudeta sang pimpinan yang bawel dan banyak mendikte itu melalui Gerakan 30 Juni (G30J), memecat semua rekan kerja yang menyebalkan, lalu membuat siaran pers di RRI bahwa saat ini perusahaan di bawah kendali penuh kita. Atau yang mudahnya, kita kabur saja, melarikan diri alias resign.

Namun sebetulnya kuncinya ada di otak kita. Pikiran kitalah yang menciptakan neraka tadi. Guru-guru terbaik yang mengajarkan banyak hal kepada kita, dibayangkan sebagai siluman dari rumah jagal Cakung. Padahal, pimpinan yang bawel dan banyak mendikte itu adalah guru yang mengajarkan bahwa jika ingin berhasil, kamu harus kuat dibanting, dan jika ingin menjadi pemimpin yang baik, belajarlah untuk loyal kepada atasanmu saat ini, dan kamupun harus paham bahwa bawel dan banyak mendikte itu tidak disukai bawahanmu. Rekan kerja yang banyak kritik mengajarkan kepada anda bahwa jika ingin sukses, anda harus bisa mempertanggung jawabkan seluruh pekerjaan anda. Dan anda belajar bahwa mengkritik bagaikan menghujamkan pisau ke dalam dada orang lain. Mereka akan tersedak, melolong kesakitan, dan koma. Meskipun sembuh dari koma, luka jahitan akan tetap berbekas walau dijahit oleh dokter spesialis RS Mitra, dan traumanya akan terus mengikuti sepanjang hidup. Kita menjadi paham kalau dikritik itu sakit. Oleh karenanya berpikirlah baik-baik sebelum mengkritik teman anda, terutama kritikan yang hanya didasari perasaan tidak suka.

Tidak heran kalau seorang Scientologist, L. Ron Hubbard di awal 1950-an berkata, “Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang”. Dia akan babak belur, tapi kemudian sukses.

Nelayan jepang punya cara unik untuk membawa ikan hasil tangkapan mereka tetap segar sesampainya di darat setelah perjalanan panjang dari tengah samudra. Mereka tidak membekukan ikan tersebut, karena orang jepang bisa merasakan ikan itu sudah tidak segar lagi. Mereka, para nelayan juga tidak hanya memasukkan ikan-ikan ke dalam tangki besar berisi air, karena ikan yang berjejalan di tangki membuat ikan diam dan lemas. Itu mengurangi kesegaran ikan. Maka solusi yang dilakukan agar ikan tetap segar sesampainya di darat adalah, tetap memasukkannya ke dalam tangki berisi air, tapi lengkap dengan seekor hiu kecil di dalamnya! Sangat sederhana. Ikan hiu itu telah membuat ikan-ikan terus bergerak aktif. Walaupun rasanya seperti diteror preman ambon, tapi tubuh mereka terbukti menjadi tetap segar dalam jangka waktu lama.

Jadi, kesimpulannya, untuk merubah neraka menjadi surga, kita perlu membingkai ulang (reframing) apa yang kita hadapi dan rasakan sehari-hari dengan bingkai yang baik dan kaca yang jernih. Sebab bisa jadi diri kitalah yang sesungguhnya keras kepala, gampang tersinggung, dan bermental memble. Sehingga sedikit saja orang lain mengkritik dan membentak, kita jadikan sebagai alasan kuat untuk down atau melarikan diri (resign). Jika kita lari, sesungguhnya kita telah drop out dari kuliah manajemen. Dan kalau kita menganggap telah berhasil keluar dari neraka, sebenarnya kita sedang berjalan menuju ke pintu neraka yang lain karena neraka itu masih ada di dalam pikiran kita!

Referensi:
http://klinikotak.blogspot.com/

Comments (2) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.