Berkunjung ke AIC

Seri Catatan Perjalaan ke Perth, Australia 2016

DSC_0031
Aku Bergaya sejenak di salah satu sudut bangunan AIC

Cukup lelah setelah terbang 6 jam dan pada malam harinya tidur cukup larut, pagi ini anak-anak peserta homestay langsung bangun pagi sebelum subuh untuk persiapan berangkat ke Australian Islamic School (AIC) di Kewdale, yang berjarak kira-kira 7 kilometer dari rumah homestay terjauh. Kegiatan peserta di homestay adalah sholat shubuh berjamaah dan membaca alma’tsurat dan ditambah murajaah Al qur’an di homestay putri. Setelah itu peserta mempersiapkan diri untuk mandi dan berpakaian batik darbi. Tak berapa lama sarapan pagi pun dihidangkan. Sarapan khas Australia yang biasanya biasanya adalah Bread Toast dengan selai coklat atau keju, Lasagna, pizza, atau menu lain seperti salmon panggang, telur atau sereal. Orang Australia memang tidak makan berat pada pagi hari. Makanan berat seperti nasi adalah menu makan siang. Walaupun begitu, pada saat makan siangpun mereka terbiasa memakan burger atau kebab.
Read More

Advertisements

“Hello Perth”

IMG_20161020_194051
Booklet informasi Hello Perth yang disediakan gratis untuk para turis di Perth International Airport

Tepat sebelum mendarat dan mungkin cockpit panel was starts soundsthree hundred, one hundred,…”, aku yang duduk di samping lorong, kesulitan melihat proses landing dari atas.
Excuse me madam, could you please record the landing view for me? This is the first time I come to Perth”, tanyaku sambil menyodorkan kamera pocket ke arah seorang lady berambut pirang di ujung jendela. Tak disangka dia sangat baik. Dia katakan, “yes!” sambil meraih kamera.
But the view is not good from here”, katanya.
Belum sempat kutanggapi, dia langsung bilang, “I will ask this man to do”, sambil mencolek seorang pria yang duduk tepat di depannya.
Wah kamera sakuku beredar ke kursi di depan, dan lagi-lagi that aussie man di depan yang diserahi amanah kejutan ini pun dengan senang hati mau untuk repot-repot sekedar merekam proses landing. Masya Allah. They’re nice people. Really. Seketika teringat dgn salah satu main objective program homestay ini yaitu untuk mempelajari culture and good manners dari mereka, orang-orang dari sebuah negara non muslim. Kita sebagai muslim kadang sering terperangah dengan demonstrasi tingkah laku yang diperagakan oleh seorang non muslim. Ahai, itu bagian dari akhlak kita, akhlakul karimah. Sebetulnya kitalah yang paling berhak dengan ketinggian adab dan akhlak tersebut. Ya, harus ada cukup banyak kegiatan reflektif untuk kami. Insya Allah.. Read More

Landing at Perth

IMG_2073
Saat transit di Bali

Dream comes true. Di depan channel F2 terminal keberangkatan bandara Soetta 12 siswa terlibat diskusi yang hangat. Kaos hijau kuning yang mereka kenakan dan slayer hitam kuning strip yang menggantung di leher mereka, menjadi ikon dadakan di sepanjang gate F2 yang pagi itu baru saja mulai bernafas. Derap kaki lalu lalang di sekitar forum muda itu senantiasa mengantarkan pandangan mata untuk menemui ikon baru itu. Laily memang memang masih sangat belia, tapi tiap orang yang pernah merasakan nafas organisasi kampus, akan terkenang dengan serunya rapat senat di ruang-ruang sempit kampus saat melihat gaya Laily, Zaza, Arif, Razis, Isa, Sofia mengambil inisiatif memimpin rapat grup kuning hijau dengan bendera Australia di lengan kanan itu. Ya, kontingen Darul Abidin sedang mempersiapkan skenario kegiatan di AIC Perth Australia . Ini adalah kesempatan terbaik sebelum transit di Denpasar, setelah ini tak ada lagi waktu bagi semua orang, begitu yang mengemuka dalam forum muda itu.

IMG_2069
Rapat ‘Senat’ di Soetta hehe..

Ini adalah pengalaman pertama kami semua untuk terbang ke Perth Australia. Setelah mempelajari rute penerbangan, kami sudah mengatur segalanya termasuk jadwal makan. Kami akan sarapan di jakarta, makan siang di Denpasar, dan dinner di Perth. Tak perlu waktu lama, ruang tunggu bagi penerbangan pertama kami dibuka. Sambil melirik jam, tiap anggota kontingenpun bergegas menyusuri lorong terakhir bandara sebelum masuk pesawat. Delay 30 menit ternyata tidak mampu menyurutkan semangat kami mewujudkan mimpi. Tepat pkl 10 akhirnya kami semua memasuki badan pesawat Air Asia menuju Denpasar Bali. Read More

Rahasia Langit

Image

Dering telepon membuyarkan lamunan Maya di depan jendela kamarnya yg sejuk. Seperti biasa, saat jutaan titik air turun dari langit mengapung-ngapung di udara terbawa angin atau terjuntai panjang dari awan tak kuasa melawan gravitasi bumi menghempas basah di kaca jendela, Maya betah berlama-lama memandangi jendela yang basah. Suara itu begitu damai. Suara gemerecak kaca ditabrak butir-butir air yang berasal dari tempat yang jauh, ribuan meter di atas kamarnya, membawa rahasia-rahasia langit yang sepi dan bisu tetapi sibuk dengan pekerjaannya. Minggu sore yang damai, menjelang senja menghilang ditelan lamunan malam. “oh, siapa kiranya di ujung sana?”, Maya beranjak berat ke arah ruang tengah. Telepon itu masih berdering. Suaranya selaras dengan suara genting rumah tertumbuk ribuan panah air. Telepon itu tampak anggun terkena paparan sinar jingga dari lampu dinding, berseling dengan bayang-bayang benda-benda di sampingnya. Tepat sebelum dering itu berakhir lelah,

“hallo…”

“salam.. Maya?”

“ya, dengan siapa?” Read More

Menimbang Teknologi Informasi di Sekolah, antara Mudharat dan Manfaat (Tips mengenalkan Internet dan TIK kepada anak)

Image

This picture above taken from here

by admin

Tema tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan tampaknya akan senantiasa relevan untuk terus dibicarakan, mungkin sampai beberapa dekade ke depan. Anggapan ini tidak berlebihan karena kadang kita masih mengahadapi masalah yang sama selama bertahun-tahun. Contohnya, Prof. Thomas Lickona pada tahun 1991 menulis dalam bukunya Educating for Character : How Schools can teach Respect and Responsibility, bahwa hari ini kita masih berhadapan dengan masalah yang sama sejak tahun 1940 lalu, yang disebutnya sebagai ‘the greatest threats to the educational process’, yaitu tidak tertib di kelas, berlari di koridor, mendorong temannya saat berjalan atau mengantri, tidak tertib memakai seragam, dan buang sampah sembarangan. Read More

Mengapa sih pria ‘cenderung’ selingkuh?


this image was taken from here

by m hary w a

Judulnya saya buat dengan berhati-hati. Penggunaan kata ‘cenderung’ dengan tanda kutip sebagai usaha saya secara sadar untuk tidak mengeneralisir bahwa semua pria pasti selingkuh, atau cenderung (tanpa tanda kutip) selingkuh. Pasti ada pria yang mengaku tidak punya niatan sebersitpun untuk selingkuh. ok?

Nah, kecenderungan selingkuh pada pria adalah berasal dari otaknya. Otak sebagai organ yang hebat, salah satu tugasnya adalah menerjemahkan semua informasi yang masuk, termasuk bermacam sensasi yang dirasakan panca indra terutama pantulan cahaya yang masuk melalui retina setelah membentur sebuah kumpulan atom-atom pembentuk materi. Maka jadilah ketika sinar terang (karena lampu atau matahari) otak memproses beragam cahaya yang masuk dan jadilah informasi yang diyakini kebenarannya oleh seorang manusia, dalam hal ini pria. Ada cahaya yang panjang gelombangnya 700nm masuk ke mata diterjemahkan menjadi ‘warna merah tua’, ada juga yang hanya 400nm dan otak melaporkan sebagai ‘warna ungu’. Semua pantulan cahaya diterjemahkan termasuk pantulan foton-foton cahaya dari antar muka fesbuk ini sehingga you bisa membaca tulisan aneh ini. Demikian seterusnya, sampai dengan mata pria meneruskan pantulan cahaya yang menubruk atom-atom pembentuk tubuh luna maya. Sehingga otak memberi banyak penjelasan kepada seorang pria, bahwa yang ini namanya luna maya, yang ini mpok nori, yang ini cinta laura, dan kalo yang itu namanya tora. Read More

To be a Great Leader, First Become a Great Person

Robin Sharma, The Leader Who Had No Title (TLWHNT)
Chapter #4 To be a great leader, first become a great person

By m hary w a


This image taken from here

Dari 40 halaman percakapan antara Robin, Tommy, Jet, dkk, sebenarnya gagasan pada chapter #4 buku TLWHNT sangatlah sederhana, yaitu seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, hal yang ditegaskan oleh Robin dalam redaksinya, ‘Lead yourself first. Only then you will get to a place as a person where you can lead other people’. Jelas ungkapan yang sangat common sense, tapi anda dan semua orang akan sepakat kalau dikatakan bahwa memimpin diri sendiri sangatlah tidak sederhana.

Robin melalui buku TLWHNT secara gamblang ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa leader pada akhirnya menjadi sosok yang paling diharapkan mampu memimpin perubahan dan membawa orang lain ke dalam sebuah kehidupan yang lebih baik. Menjadi lebih baik berarti merubah sesuatu dari keadaan sekarang menjadi lebih. To be great. Dan itu berjalan atas landasan bahwa kebaikan tidak dapat disampaikan dengan sesuatu yang buruk. Atau mencampurkan antara keduanya. Walaa talbisul haq bi bathil. Oleh karenanya kebaikan dan keunggulan hanya dapat disampaikan dari asal yang baik pula. Greatness on the outside begins within. Read More